Latihan Berat Jadi Makanan Persib Bandung Jelang Piala Presiden 2026
Suasana di kubu Persib Bandung berubah drastis. Tak ada lagi kelonggaran atau kenduri santai, sebab hari-hari menjelang bentrok perdana Piala Presiden 2026 telah tiba.
Latihan berintensitas ekstrem pun langsung digeber, dengan satu tujuan tunggal: memacu setiap penggawa Maung Bandung ke puncak kondisi prima sebelum bergulirnya ajang resmi. Berguinho, pengatur serangan asal Brasil, mengakui bahwa masa awal pramusim ini adalah babak tersulit yang harus dilalui seluruh skuad.
Usai berminggu-minggu menjauh dari rutinitas keras lapangan, kini mereka dipaksa kembali menyatu dengan program latihan yang menguras habis cadangan energi. Bagi Berguinho, peningkatan derajat latihan ini adalah harga mati yang tak terelakkan bila mereka berhasrat tampil garang sejak peluit pembuka musim dibunyikan. “Program latihan kali ini memang cukup berat. Setelah menikmati waktu bersama keluarga saat liburan, sekarang saya kembali fokus sepenuhnya untuk mempersiapkan diri bersama Persib dan meningkatkan kondisi permainan,” ucapnya.
Berguinho pun menafsirkan bahwa jerih payah yang dirancang staf pelatih bukan semata-mata demi mengembalikan kebugaran fisik para pemain, melainkan juga untuk merangkai ritme pertarungan yang padu sebelum kompetisi sesungguhnya menyapa.
Dari hari ke hari, menurut pengamatannya, denyut perkembangan tim mulai terasa di setiap sesi latihan. Seluruh pemain, katanya, memancarkan api semangat yang selaras untuk terus melesat maju.
“Semua pemain memiliki tekad yang sama. Kami terus meningkatkan kualitas latihan setiap hari agar siap menghadapi Piala Presiden.”
“Harapannya, performa itu bisa terus berlanjut ketika memasuki kompetisi-kompetisi berikutnya,” tandas mantan pemain Borneo FC itu. Kini, seluruh rangkaian proses itu hanya menunggu saat pembuktian di atas rumput hijau, tatkala Persib mengawali langkah juangnya di Piala Presiden 2026.