Persib Pinjamkan Faris Abdul Hafiz ke PSGC Ciamis
Di balik hiruk-pikuk persiapan menyambut musim kompetitif, Persib Bandung kembali menegaskan komitmennya terhadap pembinaan bibit-bibit muda melalui langkah strategis.
Kali ini, giliran Faris Abdul Hafizh, bek muda kelahiran Bogor, yang dilepas ke PSGC Ciamis untuk menimba pengalaman dan jam terbang di level kompetitif yang lebih tinggi, sebagai bagian dari pola pengembangan pemain yang telah dirancang dengan cermat oleh manajemen dan tim pelatih.
Keputusan ini bukan hanya sekadar peminjaman biasa, melainkan hasil dari diskusi panjang yang melibatkan berbagai pihak, termasuk manajemen Persib, tim pelatih, PSGC, dan tentu saja Faris sendiri.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap PSGC yang kini berstatus sebagai klub satelit, dengan harapan agar ekosistem sepak bola Jawa Barat semakin kuat dan saling menguntungkan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa keputusan ini memiliki dua sasaran utama yang saling terkait.
“Keputusan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, memberikan Faris kesempatan untuk mendapatkan menit bermain dan pengalaman bertanding yang lebih banyak sebagai bagian dari proses perkembangannya. Kedua, kami ingin terus mendukung PSGC sebagai klub satelit Persib dengan menghadirkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim,” kata Adhitia.
Menurut Adhitia, pengalaman bertanding secara reguler adalah elemen krusial yang tidak bisa digantikan oleh sesi latihan semata. Bagi pemain muda seperti Faris, menit bermain yang cukup adalah fondasi untuk membangun kepercayaan diri, mengasah naluri di lapangan, dan memahami dinamika kompetisi secara langsung.
“Kami melihat peminjaman ini sebagai bagian dari proses pembelajaran Faris. Bersama PSGC, kami berharap dia bisa lebih kompetitif, mendapatkan pengalaman yang berharga, dan terus berkembang sebagai pemain. Pada saat yang sama, kami berharap Faris dapat memberikan kontribusi positif bagi PSGC,” ujarnya.
Perjalanan Faris di Pangeran Biru sendiri telah melalui tahapan yang panjang. Ia adalah produk asli pembinaan klub yang mulai mencuri perhatian sejak memperkuat Persib U18 dan U20 di ajang Elite Pro Academy (EPA) pada 2021, sebelum akhirnya mendapatkan promosi ke tim senior pada musim 2025/26.
Meskipun di musim perdananya ia belum banyak mendapat kesempatan, angin perubahan mulai berembus di musim 2026/27 ketika pelatih Igor Tolic memberinya kepercayaan untuk tampil dalam dua pertandingan Piala Presiden 2026. Kini, bersama PSGC, ia diharapkan dapat melanjutkan tren positif tersebut.
Adhitia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan filosofi klub yang selalu memberi ruang tumbuh bagi setiap pemain sesuai tahapan kariernya, tanpa terburu-buru.
“Persib akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi pemain-pemain muda untuk berkembang sesuai dengan tahapan kariernya. Kami percaya setiap pemain memiliki proses dan waktunya masing-masing. Yang terpenting adalah memastikan mereka mendapatkan lingkungan dan pengalaman yang tepat untuk terus bertumbuh,” tutur Adhitia.
Kehadiran Faris di PSGC juga diharapkan dapat memberikan energi baru bagi tim berjuluk Laskar Priangan tersebut dalam menjalani kompetisi. Sebagai klub satelit, PSGC memiliki peran strategis dalam membuka jalan bagi pengembangan pemain sekaligus memperkuat fondasi sepak bola di Jawa Barat.
“Kami berharap kerja sama ini bisa memberikan manfaat bagi kedua pihak. Faris mendapatkan pengalaman dan kesempatan berkembang, sementara PSGC juga mendapatkan tambahan kekuatan untuk menghadapi kompetisi. Ini merupakan bagian dari upaya kami membangun ekosistem sepak bola yang saling mendukung dan memberikan manfaat lebih luas,” kata Adhitia.
Pangeran Biru pun berjanji akan terus memantau perkembangan Faris selama masa peminjamannya, dengan harapan bahwa semua pengalaman yang ia petik di PSGC kelak akan menjadi bekal berharga untuk kembali ke pangkuan tim utama dengan kualitas yang lebih matang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.